Minggu, 05 September 2010

Gelora birahi di ranjang ibu

Ketika aku bangun ternyata kulihat mama masih tertidur pulas disampingku. Ia tergolek lemah bertelanjang didalam selimut. Mama tidur tanpa sempat mengenakan pakaian lagi, mungkin karena kelelahan setelah melayani nafsuku.
"ma.." panggilku lirih. Kuusap lembut dahinya yang basah oleh bulir-bulir keringat.
"mama.." panggilku sekali lagi. Tapi mama tetap tertidur dengan pulasnya.
Sebenarnya aku ingin bergegas bangun untuk membersihkan tubuh. Tetapi hal itu urung aku lakukan karena tiba-tiba saja nafsuku bangkit lagi setelah melihat tubuh telanjang mama didalam selimut itu.
Batangku pun kurasakan telah mengeras lagi. Perlahan kusingkapkan selimut mama dan tubuh mama yang telanjang pun semakin membuat gatal dibatangku.
Aku mencoba membangunkan mama lagi, tetapi tetap sia-sia. Mama tetap terlena di alam mimpi.
Terus terang aku tidak menyukai melakukan hubungan seks dalam keadaan mama tertidur.
Tetapi apa boleh buat, batangku sudah semakin keras dan panas saja.
Kuremas kedua buah dada montok milik mamaku, kedua putingnya kutekan-tekan dengan jari-jariku. Akupun tak tahan lagi, langsung saja kujilati dan kukulum puting mama yang lembut itu.
Lidahku bermain mengitari lingkaran berwarna coklat muda itu dan sekali-kali aku menyedotnya.
Aku merasakan tubuh mama sedikit merenggang dan dapat aku rasakan pula perubahan debaran jantung di dadanya.
Sementara jariku turun ke bawah perut mama dan menggosok kelentitnya.
"akh.." aku mendengar keluhan mama.
Bersamaan dengan itu aku merasakan mama membelai lembut kepalaku. Mengusap dan dengan sedikit jambakan lembut pada rambutku.
Ah rupanya mama telah terbangun akibat permainanku.
"Anak mama pagi-pagi kok sudah nafsu gini sih.. Nggak kasian liat mama tidur ya..?" ujar mama dengan lembut.
"ah mama ma'af y ma... Aku nggak kuat nahan nafsu ma liat mama tidur telanjang gini." jawabku.
Mama tersenyum lembut. Aku sudah tidak tahan lagi. Segera aku kangkangkan kedua paha mama dan aku posisikan diriku diantara kedua paha mama.
Mata mama kembali terpejam seolah-olah tengah menantikan sesuatu.
Kupeluk mama, kucium bibir ranumnya. Dan mamaku membalasnya dengan panas.
Perlahan kusodokkan batangku dibelahan vagina mama. Terasa olehku liang itu terbelah oleh hujaman batangku. Liang mama seolah menyedot batangku, awalnya bagian kepala penisku lalu dengan sedikit hentakan dariku liang mama seakan menyedot dan menarik seluruh batangku hingga tenggelam seluruhnya. Batangku terasa dikemut-kemut dan nikmatnya tak mampu kulukiskan.
"ma.." hanya itu yang mampu kukatakan.
Selanjutnya mama sudah menarikku dalam pelukannya.
Aku pun mulai menggoyangkan batangku didalam liang mama. Henjutan itu kulakukan dengan penuh kelembutan. Mama mengerang lirih dan memeluk tubuhku semakin erat.
Aku terus menghenjutkan batangku didalam vagina mama. Hingga mama terpekik dan kurasakan batangku hangat oleh cairan nikmat mamaku yang telah orgasme. Kehangatan itu membuat aku tak mampu mengendalikan diri. Dengan beberapa henjutan setelah itu aku pun tak dapat menahan dorongan kepuasan. Didalam vagina mama air maniku menyemprot. Dan kurasakan kenikmatan yang tiada mampu kulukiskan. Vagina mama seolah menyedot dan meremas-remas batangku, memerah habis air maniku.
Setelah itu tubuhku lunglai didalam pelukan mamaku.

2 komentar:

your komen is my motivated